Manusia Berbeda Karena Bekerja Sama

SmithsonianIlustrasi evolusi
SKOTLANDIA, KOMPAS.com - Studi terbaru mengungkap bahwa manusia berbeda dengan spesies lain karena kemampuan mengembangkan kebudayaan yang lebih besar lewat kerja sama dan berbagi pengetahuan.
Ilmuwan membandingkan bagaimana anak-anak manusia, monyet, dan simpanse dalam menyelesaikan puzzle. Sebagai reward keberhasilan, ilmuwan memberikan stiker pada manusia dan buah pada simpanse.
Hasil studi yang dipublikasikan di jurnal Science minggu ini mengungkap bahwa anak-anak manusia bekerja sama untuk menyelesaikan puzzle, sementara simpanse dan monyet tidak.
"Anak manusia akan mengajari dan memotivasi satu sama lain. Kami secara langsung melihat ratusan kasus di mana anak-anak memberikan stiker kepada yang lain," kata Kevin Laland, biolog University of St Andrews di Skotlandia.
"Sementara pada simpanse dan monyet, kami tidak melihat contoh berbagi," ungkap Laland seperti dikutip the New York Times, Kamis (1/3/2012).
Ilmuwan juga tidak melihat induk simpanse berbagi dengan anak-anaknya seperti pada manusia. Malah, induk justru sering mencuri buah-buahan milik anakan. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan dalam dunia modern. Lewat pendidikan, pengetahuan bisa disebarluaskan dan diperbaharui.
Sumber :
New York Times
Read more...

Michael Heart "Song for Gaza"


Banyak cara untuk men-support perjuangan rakyat Palestina di Gaza, salah satunya dengan lagu. Seorang penyanyi di Los Angeles Amerika Serikat - Michael Heart yang bernama asli Annas Allaf kelahiran Syiria, membuat sebuah lagu khusus yang dia tujukan untuk rakyat Gaza yang sampai saat ini masih jadi sasaran pembantaian oleh Zionis Israel.

Sejak dia merilis lagu yang berjudul "We will not go down" (Song for Gaza), lagu tersebut mendapat banyak respon, berupa komentar dukungan, sampai ia sendiri kewalahan menjawab dan membalas berbagai email yang masuk.

Michael Heart menggambarkan kondisi rakyat Gaza akan gempuran Zionis Israel dalam lagunya itu membuat kita merasa tersindir dan sedih akan nasib rakyat Gaza. Walaupun lagu itu baru di rilis, namun telah ratusan ribu orang melihatnya di youtube dan mendownload MP3 nya.

Awalnya dia berencana dengan menjual CD lagu MP3 nya itu dan hasil penjualannya akan dia donasikan untuk kepentingan amal kemanusiaan untuk penduduk Gaza, tapi karena dia merasa sulit kalau harus sendiri mendonasikan hasil penjualan CD MP3 nya, akhirnya dia memutuskan semua orang bisa mendownload gratis lagu tersebut. Dan dia berharap, setelah mendengarkan lagu itu, orang-orang akan tergerak hatinya untuk membantu rakyat Palestina di Gaza dengan mendonasikan uangnya ke lembaga-lembaga kemanusiaan yang ada atau organisasi yang didedikasikan untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina.

Sebagai musisi Michael Heart sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan kepada dia atas lagu tersebut. Dan dia berharap setiap orang yang masih mempunyai hati nurani, mendukung perjuangan rakyat Palestina dan membantu mereka walau hanya dengan berupa doa.


WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they're dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

(sumber: detik.com)
Read more...

Film Bollywood : My Name Is Khan



Dengan US$1,86 juta pada box office di minggu pertamanya, film My Name is Khan yang dibintangi Shah Rukh Khan telah memecahkan rekor sebagai film India dengan pendapatan terbanyak yang diputar di Amerika Utara.

Film arahan Karan Johar ini diperkirakan menghasilkan US$15.500 dari 120 bioskop di AS dan Kanada pada akhir pekan 12-14 Februari 2009. Rekor sebelumnya dipegang film musikal yang juga dibintangi Shah Rukh, Om Shanti Om, dengan pendapatan US$1,76 juta dari 114 bioskop saat dirilis pada 2007.

Saat diluncurkan Jumat (12/2), My Name is Khan langsung mendapatkan US$444 ribu, lalu langsung meningkat 65% menjadi US$734.000 Sabtu (13/2). Tapi, film ini lalu menurun sebanyak 7% menjadi US$682 ribu pada Minggu (14/2) yang bertepatan dengan Hari Valentine.

Terlebih lagi, My Name is Khan mendapatkan pujian dari kritikus AS. Publikasi surat kabar Hollywood Reporter mengatakan, "Ini sepadan untuk perjalanan selama 162 menit. Shah Rukh Khan datang ke Amerika (walau melalui film Bollywood) dan telah menunjukkan bahwa dirinya adalah megabintang India," tambahnya.

"Yang khas dari bintang Bollywood adalah mereka tidak hanya aktor yang berkualitas, tapi juga memiliki kharisma. Jadi, tidak mengejutkan bila menemukan megabintang Shah Rukh Khan dalam My Name is Khan. Tampaknya ia sedang menantang dirinya sendiri untuk meningkatkan kemampuan aktingnya dan memperluas jaringan penggemar internasionalnya."

"Dengan arahan sutradara andal Karan Johar dan musik pengiring yang menggugah oleh Shankar, Ehsaan & Loy, Khan membuat kita mudah meneteskan air mata seraya mengajarkan kita mengenai Islam dan toleransi," kata surat kabar Times.

Di dalam negeri sendiri, pada saat rilis perdananya, Jumat (12/2), hanya 13 bioskop yang memutarnya dari awal rencana 63 bioskop. Tapi, pada Sabtu (13/2), semua bioskop di Mumbai, Pune, dan Maharashra telah menayangkannya. Terakhir, pendapatan film tersebut di seluruh dunia telah mencapai US$18 juta.
(sumber: mediaindonesia.com)
Read more...

Cecep Kandar Sopyan, SH Dalam Kenangan


Hanura Memberinya Ruang

Cecep Kandar Sopyan, SH, pria yang dilahirkan di Sumedang, 24 November 1969 ini mengaku sangat terkejut dirinya bisa memasuki arena gedung wakil rakyat. Sebelumnya dia juga tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang politisi

Suami dari Mamah Rostini yang punya anak Angga Nurani Sofyan dan Panji Sofyan ini tinggal di Blok Cibuluh RT 013/004 Ds. Tejamulya Kec. Argapura Majalengka. Dia punya riwayat pendidikan di SD Negeri Paseh I Sumedang Tahun 1977, SMP Negeri Legok Sumedang Tahun 1983, SMA Negeri 2 Sumedang Tahun 1986, STHB Bandung 1989.

Pengalaman kursus/diklat yang pernah diikuti antara lain Pendidikan Dasar Militer 1990, Latihan Kepemimpinan Mahasiswa 1991, penataran juru kampanye Golkar 2001-2004.

Cecep yang pernah bekerja di PT. Darma Sidha Sempana 1991-1997, PT. Quantum 200-2003 Tasikmalaya, Lembaga Bantuan Hukum Irgina Sumedang 2003-2004 dan Kantor Hukum Irgina Sumedang 2004-2006 dan Pemilik Cellqua 2002-sekarang. Dia juga pernah bekerja di PT. Pusri dan PT. Petro Kimia Gresik 2007.

Cecep kini bersama Partai Hanura siap berkiprah untuk masyarakat. "Saya siap beramanah dan bukti kerja saya bersama Hanura yang telah memberi ruang politik untuk saya," kilahnya.
Read more...

The Battle of Red Cliff


Salah satu film terbaik karya sutradara kelas dunia John Woo sudah tentu adalah The Battle of Red Cliff (2008), selain A Better of Tomorrow (1986). Nah, film The Battle of Red Cliff itu mengangkat kisah tokoh-tokoh sejarah yang populer melalui kisah Tiga Negara (Sam Kok), seperti Zhuge Liang, Cao Cao, Liu Bei dan sebagainya dalam sebuah perang yang menentukan pada akhir Dinasti Han.

Pada musim panas tahun 208 Masehi, sebuah pasukan Dinasti Han yang dipimpin perdana menteri Cao Cao (Zhang Feng-yi) dengan restu Kaisar Xian menyerang dua panglima perang wilayah selatan Sun Quan (Chang Chen) dan Liu Bei (You Yong) dengan alasan memerangi pemberontak. Liu Bei terpaksa melarikan diri dengan meninggalkan keluarganya yang terperangkap di belakangnya.

Seorang pahlawan berani Zhao Yun (Hu Jun) berusaha menyelamatkan keluarga Liu Bei namun hanya putra Liu Bei yang masih bayi bisa diselamatkannya. Penasehat dan ahli strategi ulung Liu Bei yang bernama Zhuge Liang (Takeshi Kaneshiro) mengirim misi diplomatik ke wilayah Wu Timur untuk menjalin aliansi antara Liu Bei dengan panglima Sun Quan untuk menghadapi invasi Cao Cao itu.

Pada mulanya Sun Quan ragu-ragu menghadapi Cao Cao, namun akhirnya setuju berkat kelihaian diplomasi Zhu Liang dalam acara perburuan harimau yang juga diikuti wakil Sun Quan, jenderal hebat Zhou Yu (Tony Leung) dan adik perempuan Sun Quan, Sun Shang-xiang (Zhao Wei) yang juga merupakan pemimpin perang. Kini aliansi Liu Bei dan Sun Quan harus teruji di medan perang jurang Chi Bi (Red Cliff) yang makin didekati pasukan Cao Cao dari darat maupun laut.  

Apa yang akan terjadi di medan perang tersebut? Bagaimana kedua belah pihak harus mengatur strategi dalam menghadapi lawan mereka? Jangan lewatkan tayangan sinema menarik The Battle of Red Cliff di layar kaca Indosiar. Selamat menyaksikan.(indosiar.com/Fachri)
Read more...

Lamunan Terakhir di Pasireungit



Sahabat...dalam catatan yang pernah kutulis..
aku tak pernah melewatkan namamu dalam setiap pemikiranku...dirimu hadir ketika kesempatan mataku terpejam dan saat ketika berdo'a...
Aku tak pernah tahu saat kita kecil hingga kita dewasa..selalu ada pertemuan dan perpisahan..
Rahasia alam yang dilewati begitu bermakna dan berkesan dalam hati..
Pasireungit yang indah..kampung sederhana yang banyak menyimpan kenangan yang jauh dan sangat mendalam..pohon kiara,selokan yang berliku dan teman-teman yang baik.
Bagiku semua sangat berarti dan sepanjang hayat di kandung badan..kau adalah panorama jiwaku..sahabatku..
yang sangat bermakna...Lamunan Terakhir yang akan di kenang sepanjang masa sampai aku menutup mata..
Read more...

Sahabat Masa Lalu...

Hari demi hari yang telah kita lewati penuh dengan warna-warni kehidupan yang menghiasi kebersamaan kita; canda, tawa, tangis, marah, kesal, dongkol, gregetan dan segala “sifat-sifat kemanusiaan” mengiringi kebersamaan ini. Ia menjadi warna-warni pelangi kebersamaan kita.

Bukan tanpa sebab Allah mempertemukan kita, karena segala yang ia ciptakan akan menjadi sebuah pelajaran bagi para “ulil albab”. Ya kebersamaan ini tercipta karena Ia ingin kita saling belajar dari satu dan lainnya, karena Ia ingin kita saling kita membagi dan berbagi segala yang kita miliki.
Read more...